Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat Datang di Portal Pembelajaran Sosiologi

Materi: Konsep Globalisasi dalam Perspektif Sosiologis & Islam
Siswa Kelas XII SMAIT Al-Mumtaz Pontianak (Fase F)

Disusun oleh: Khairiyah Asnida, S.Pd. | Guru Sosiologi SMAIT Al-Mumtaz

Kurikulum Merdeka - Fase F

Menjelajah Arus Globalisasi dengan Kritis & Islamic Values

Memahami dinamika perubahan sosial dunia abad ke-21 tanpa kehilangan jati diri dan benteng iman sebagai Generasi Rabbani.

Siswa Aktif: - (-)

Aktivitas Pembuka: Tebak Gambar Dunia

Klik icon di bawah ini untuk mengidentifikasi fenomena globalisasi di sekitar kita:

Tujuan Pembelajaran (Capaian Pembelajaran Phase F)

01

Menjelaskan konsep, ciri-ciri, serta faktor pendorong & penghambat arus globalisasi.

02

Menganalisis pengaruh globalisasi terhadap bidang ekonomi, politik, budaya, teknologi, dan pendidikan.

03

Menyimpulkan dampak positif dan negatif berdasarkan studi literatur & studi kasus kontekstual.

04

Merumuskan sikap kritis, selektif, dan bijak berpijak pada kerangka nilai Islam (Strategi ISHADIE).

Modul Pembelajaran Interaktif

Progress Materi: 20%

Pengertian dan Konsep Utama Globalisasi

Globalisasi secara bahasa berasal dari kata "global" yang berarti mendunia dan "-sasi" yang berarti proses. Dalam Sosiologi, globalisasi diartikan sebagai proses intensifikasi hubungan sosial sedunia yang menghubungkan lokasi-lokasi gersang maupun metropolitan sedemikian rupa sehingga kejadian lokal dibentuk oleh peristiwa yang terjadi bertahun-tahun mil jauhnya dan sebaliknya (Anthony Giddens).

Anthony Giddens

"Intensifikasi hubungan sosial dunia yang menghubungkan tempat-tempat jauh sehingga peristiwa lokal dipengaruhi peristiwa global."

Emanuel Wallerstein

"Kemenangan sistem ekonomi kapitalis dunia yang mengintegrasikan seluruh negara ke dalam satu tatanan pasar global."

Bahasa Siswa SMA

"Kondisi di mana sekat antarnegara 'menipis' akibat internet & transportasi, sehingga tren, barang, dan pemikiran bisa menyebar hitungan detik."

Catatan Sejarah: Peradaban Islam Sebagai Penghubung Global

Globalisasi bukanlah fenomena modern Barat semata. Abad ke-8 hingga ke-15 Masehi, Peradaban Islam melalui Jalur Sutra (Silk Road) dan pusat ilmu pengetahuan di Andalusia (Spanyol Islam) menjadi integrator utama dunia. Jalur ini menghubungkan Asia Timur, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa melalui perdagangan, diplomasi, dan pertukaran ilmu sains, kedokteran, serta filsafat.

Rangkuman Bagian 1: Globalisasi mempercepat akumulasi perubahan sosial. Ibadah Haji merupakan salah satu bentuk interaksi sosial lintas bangsa terbesar di dunia yang terjadi secara berkala.

Faktor Pendorong & Penghambat Arus Globalisasi

Faktor Pendorong

  • Kemajuan TIK: Internet ultra-cepat, jaringan 5G, dan smartphone memudahkan arus informasi real-time.
  • Inovasi Transportasi: Pesawat kargo dan kereta cepat memangkas jarak logistik internasional.
  • Kesepakatan Pasar Bebas: Organisasi seperti WTO, AFTA, dan MEA yang menipiskan bea masuk antarnegara.
  • Lembaga Internasional: PBB, IMF, dan Bank Dunia yang memfasilitasi regulasi lintas batas.

Faktor Penghambat

  • Kesenjangan Digital (Digital Divide): Ketimpangan infrastruktur internet di kawasan terpencil.
  • Proteksionisme & Nasionalisme Sempit: Kebijakan penutupan impor demi melindungi industri lokal.
  • Kuatnya Kebudayaan Lokal/Inward-looking: Resistensi komunitas tradisional yang menolak pengaruh luar.
  • Konflik Geopolitik & Perang: Hambatan lalu lintas barang dan jasa akibat ketegangan militer.

Dinamika Globalisasi di Berbagai Bidang Kehidupan

1. Bidang Ekonomi

Penjelasan: Integrasi ekonomi nasional ke dalam sistem ekonomi global melalui pasar bebas dan e-commerce.

Contoh di Indonesia: Maraknya transaksi Tokopedia/Shopee yang menjual produk luar negeri langsung, atau menjamurnya waralaba internasional seperti McD dan Starbucks.

2. Bidang Politik

Penjelasan: Munculnya isu-isu internasional bersama seperti Hak Asasi Manusia (HAM), lingkungan hidup, dan kedaulatan digital.

Contoh di Indonesia: Peran aktif Indonesia dalam KTT G20 dan forum ASEAN, serta isu diplomasi kemanusiaan untuk Palestina.

3. Bidang Budaya

Penjelasan: Difusi kebudayaan secara masif berupa gaya hidup, busana, musik, dan bahasa.

Contoh di Indonesia: Tren gelombang budaya Korea (Korean Wave/K-Pop), kuliner khas luar negeri, serta penggunaan istilah bahasa gaul serapan asing.

4. Bidang Teknologi & Pendidikan

Penjelasan: Konvergensi teknologi digital untuk efisiensi akses ilmu pengetahuan lintas batas negara.

Contoh di Indonesia: Penggunaan platform AI, perkuliahan daring/hybrid melalui Coursera, dan sistem ujian berbasis LMS seperti di SMAIT Al-Mumtaz.

Analisis Dampak Sosial & Sikap Kritis Menghadapinya

Dampak Positif

  • Peningkatan efisiensi & produktivitas kerja berkat otomatisasi.
  • Keterbukaan informasi dan ilmu pengetahuan secara cepat.
  • Peluang UMKM lokal menembus pasar internasional (ekspor).
  • Penguatan nilai-nilai toleransi dan kesadaran global.

Dampak Negatif

  • Consumerism & Hedonism: Gaya hidup konsumtif berlebihan.
  • Westernisasi: Meniru gaya hidup luar tanpa memfilter etika & agama.
  • Anomi/Gegar Budaya (Culture Shock): Kebingungan nilai moral.
  • Penyebaran hoaks & konten amoral melalui media digital.

Globalisasi dalam Perspektif Islam & Kerangka ISHADIE

Islam memandang globalisasi sebagai bentuk 'Alamiyah (universalitas ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin).

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبً۠ا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal (li-ta'arafu)..." (QS. Al-Hujurat [49]: 13)

Pelajaran Sosiologis Islam: Ayat ini menegaskan keberagaman dunia adalah keniscayaan agar manusia saling bertukar kemanfaatan (Ta'aruf Global) tanpa meninggalkan ketaqwaan.

Kerangka Sikap ISHADIE untuk Remaja Muslim:

I - Iman & Imanitas: Menjadikan aqidah sebagai filter utama pertimbangan nilai.
S - Selektif & Kritis: Menyaring informasi, berita hoaks, dan budaya luar.
H - Hikmah & Kebijaksanaan: Mengambil ilmu bernilai positif dari manapun asalnya.
A - Akhlaqul Karimah: Tetap santun dan menjaga martabat diri di media sosial.
D - Dakwah Digital: Memanfaatkan internet untuk menyebarkan kebaikan dan syiar.
I - Inovatif: Menjadi produsen karya bernilai, bukan sekadar konsumen pasif.
E - Edukasi Berkelanjutan: Mengasah keahlian digital secara positif dan islami.

Alur Visual Analisis Fenomena Globalisasi

1 Fenomena Global Trend K-Pop / Sosmed
2 Bidang Terpengaruh Budaya & Ekonomi
3 Dampak Sosial Hiburan vs Konsumerisme
4 Filter ISHADIE Batasi & Ambil Positif

Studi Kasus Terintegrasi: Gelombang Budaya Populer (K-Pop) di Sekolah

Deskripsi: Maraknya siswa SMA yang menggandrungi musik, busana, dan bahasa Korea.

Analisis Dampak: Sisi positif meningkatkan kreativitas & bahasa asing. Sisi negatif memicu perilaku fandom berlebihan, pemborosan uang saku untuk merchandise (konsumerisme), dan melalaikan waktu ibadah.

Sikap Tepat (ISHADIE): Mengagumi aspek profesionalisme karya tanpa menjadikan artis sebagai idola mutlak yang menggeser kecintaan pada Nabi Muhammad SAW, serta tetap disiplin menjaga waktu shalat.

Laboratorium Simulasi Interaktif

Selesaikan 5 aktivitas interaktif di bawah ini untuk menguji pemahaman konsepmu!

Simulasi 1

Tebak Ikon Globalisasi

Cocokkan ikon berikut dengan kaitan konsep globalisasi yang paling tepat:

Simulasi 2

Globalisasi Bingo (Match Terms)

Pilih pasangan istilah sosiologi yang sesuai dengan contoh nyata:

1. Westernisasi
2. Consumerism
Simulasi 3

Klasifikasi: Tradisi vs Globalisasi

Klasifikasikan fenomena di bawah ini ke dalam kategori yang sesuai:

1. Tradisi Saprahan Makan Bersama di Pontianak

2. Membayar Zakat Menggunakan Aplikasi QRIS/E-Wallet

Simulasi 4

Matriks Dampak Positif vs Negatif

Tentukan sifat dampak dari penyataan berikut:

Kemudahan belajar Islam via YouTube Syekh Internasional
Lunturnya penggunaan Bahasa Melayu Pontianak di kalangan remaja
Simulasi 5

Pembuat Poster Kampanye Digital

Rancang slogan kampanye remaja muslim bijak berteknologi:

KAMPANYE SISWA SMAIT AL-MUMTAZ

"Cerdas Digital, Teguh Beriman"

Saring sebelum sharing hoaks di media sosial.

Status Kelengkapan Simulasi: 0 / 5 Selesai.

Asesmen Formatif Berbasis Studi Kasus

Analisis Kasus Nyata Kehidupan Remaja Abad ke-21

Studi Kasus Asesmen

Maraknya Pinjaman Online (Pinjol) Ketimpangan Gaya Hidup Konsumtif di Media Sosial

Berdasarkan riset terbaru, banyak remaja dan mahasiswa terjebak hutang digital/pinjol akibat terdorong gaya hidup hedonis yang dipamerkan di media sosial (Instagram/TikTok). Mereka rela membeli barang branded atau tiket konser internasional demi pengakuan sosial (FOMO - Fear of Missing Out).

Evaluasi Akhir Pemahaman (Soal HOTS)

Jawablah 5 soal penalaran berikut dengan teliti. Skor akhir akan dihitung secara otomatis secara rahasia.

Soal 1 (Analisis Budaya)

Masyarakat di era globalisasi cenderung mengadopsi pola konsumsi makanan cepat saji (fast food) internasional. Sosiolog memandang fenomena ini bukan sekadar perubahan selera makan, melainkan bentuk...

Soal 2 (Perspektif Islam - QS Al Hujurat: 13)

Dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 dijelaskan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal (lita'arafu). Hubungan sosiologis ayat ini dengan globalisasi yang bijak adalah...

Soal 3 (Pendorong Ekonomi Digital)

Kehadiran marketplace global memungkinkan pengrajin Tenik Khatulistiwa Pontianak menjual karyanya langsung ke pembeli di Eropa. Faktor pendorong utama globalisasi pada fenomena tersebut adalah...

Soal 4 (Sikap Kritis Westernisasi)

Perbedaan mendasar antara modernisasi dan westernisasi yang sering disalahartikan oleh remaja di era global adalah...

Soal 5 (Dampak Sosial Berita Hoaks)

Dampak paling berbahaya dari cepatnya arus disinformasi dan hoaks global di media sosial terhadap disintegrasi masyarakat adalah...

Jurnal Refleksi Pembelajaran

Isilah refleksi diri berikut untuk menyimpulkan perjalanan belajarmu hari ini.

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

"Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga." (HR. Muslim)